Memilih Tempat Berkemah


Perencanaan perjalanan biasanya sangat mementingkan tempat berkemah. Anda harus memastikan ketika di sore hari selesai pendakian, anda memiliki tempat untuk mendirikan tenda atau tempat berteduh yang baik, tidak berada di tengah-tengah tanah berlumpur atau dibawah longsoran batu. Pemilihan tempat berkemah bisa dilakukan menggunakan buku petunjuk dan peta. Pilih tempat dimana kelompok anda bisa mendirikan perkemahan dengan semboyan Leave No Trace. Sayangnya, kadang kita tidak memiliki informasi yang dibutuhkan untuk memilih tempat berkemah sebelum perjalanan, dan anda harus memilih di saat pendakian. Lebih dari sekali, saya melihat kontur peta dan berpikir, “Itu sepertinya rata, pasti ada tempat berkemah yang bagus disana”, tapi yang terjadi saya mendapatkan semak-semak yang rapat dan tidak ada tempat untuk mendirikan tenda. Dibawah ini ada beberapa petunjuk dalam pemilihan tempat berkemah :

  • Ketersediaan Air, lebih baik anda mencari tempat berkemah yang dekat dengan sumber air, kalo tidak, anda harus membawa air yang cukup untuk memasak makan malam dan sarapan keesokan harinya, dan mungkin untuk pendakian hari berikutnya juga. Apakah sumber air tersedia sepanjang tahun? Apakah bisa langsung diminum atau harus dimasak terlebih dahulu?
  • Ruang Mendirikan Kemah, anda menginginkan tempat yang memiliki ruang terbuka yang cukup untuk mendirikan tenda, memasak, dan mencuci. (Tempat ini tidak harus saling berdekatan). Di lokasi yang banyak terdapat beruang, akan lebih baik apabila anda mempunyai tempat yang cukup untuk memisahkan ruang-ruang tersebut.
  • Lokasi Tempat Berkemah, jika anda tidak mengetahui secara pasti tempat berkemahnya, mulai mencari tempat berkemah tersebut lebih awal. Lebih baik berhenti di tempat berkemah yang bagus dan menambah jarak tempuh untuk keesokan harinya, daripada terus mendaki tapi tidak menemukan tempat berkemah yang bagus. Yang berarti, anda harus berbalik turun kembali ke tempat yang bagus tadi, atau meneruskan pendakian yang mana akan menyulitkan dan berbahaya apabila hari semakin gelap.
  • Tanah Pribadi, coba untuk lebih sensitif apabila mendaki di tanah pribadi. Dalam beberapa kasus mendaki melewati tanah pribadi diperbolehkan, tetapi untuk berkemah dilarang. Jika kondisi (cuaca buruk, anggota kelompok ada yang cedera) mengharuskan, anda bisa memutuskan untuk berkemah. Jika itu terjadi, sadari bahwa anda bisa melanggar hukum dan harus menanggung konsekuensinya. Kebanyakan orang mengerti mengenai kondisi-kondisi darurat seperti ini.
  • Daerah Terlarang, jangan berkemah di daerah terlarang (kecuali ada anggota kelompok yang keselamatannya dalam bahaya). Daerah ini dilarang pasti ada alasannya. Jika anda memutuskan untuk berkemah di daerah terlarang ini, sadari bahwa anda bisa diberi surat peringatan, didenda, bahkan ditangkap. Jelaskan situasi anda kepada petugas penjaga hutan dan minta bantuan mereka. Biarkan mereka terlibat sebagai sekutu anda dalam membantu kesulitan anda daripada mereka berposisi sebagai petugas berwajib yang akan menangkap anda. Di kebanyakan kasus keselamatan (seperti cedera), petugas penjaga hutan biasanya sangat pengertian. Mereka mungkin masih bisa menyuruh anda untuk pindah tetapi mereka juga membantu anda untuk mencari tempat berkemah yang baru.

One thought on “Memilih Tempat Berkemah

  1. Ping-balik: 7 Tips Menentukan Arah Mata Angin Tanpa Menggunakan Kompas | myBlog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s