Rasa Sakit dan Penggunaan Pain Killer Dalam Kegiatan Alam Bebas


Salah satu kewajaran ketika atau pasca beraktifitas alam bebas adalah terjadinya sakit bagian tubuh. Kesakitan yang terjadi rupanya subjektif dan tergantung pada kekuatan fisik serta mental masing-masing orang. Pengalaman seberapa lama menghadapi rasa sakit tersebut juga menentukan tingkat kesakitan. Artinya, rasa sakit yang diderita seseorang itu adalah relatif.

Sebenarnya rasa sakit ialah suatu mekanisme hikmah ciptaan Tuhan yang bertujuan untuk melindungi diri kita. Stress response automatic bertujuan untuk menstimulus efek dari luar yang merusak atau mendatangkan bahaya bagi tubuh kita, misalnya panas, dingin, tajam, gesekan, dan lain sebagainya. Otak akan merespon dan memberikan komando pada tubuh kita agar menjauhi dan memberikan memori atas penyebab rasa sakit tersebut.

Ilustrasi. kosmicamusic.com

SEBAB TIMBULNYA RASA SAKIT

Rasa sakit yang dialami oleh penggiat alam bebas tak jauh-jauh dari masalah “muscoluskeletal”, seperti nyeri dan pegal pada otot, dikarenakan kerja otot yang lebih dari biasanya. Fitness atau latihan secara berkesinambungan amatlah diperlukan sebelum otot-otot kita bekerja lebih keras dari biasanya sehingga dapat mencegah adanya cidera yang berlebihan.

USAHA UNTUK MERINGANKAN RASA SAKIT

Berdasarkan “Pain Gate theory”; rasa sakit ini dapat dikurangi atau dihilangkan dengan menghalang impuls-impuls rasa sakit itu sendiri dari puncaknya yang diinterpretasikan oleh otak. Selain itu, penghasilan endorphin oleh tubuh juga dapat membantu mengurangkan rasa sakit . Edorphin yang dihasilkan tubuh semasa mengalami stress adalah penyebab utama kenapa cidera yang kita alami tidak begitu dirasa pada mulanya tetapi mendadak terasa apabila kita mulai beristirahat. (lain kata «fight or flight stress response»). Contoh penghasilan endorphin dalam tubuh ialah saat kita tertawa dan gembira, atau ketika kita sedang berdiri menatap indahnya alam diatas ketinggian. Seakan rasa lelah dan pegal hilang seketika.

Terapi farmakologi yang dapat dipakai oleh pendaki-pendaki untuk menghilangkan rasa sakit sementara ialah dengan memakan obat-obatan NSAID (Non–steroidal Anti inflammatory drugs) seperti Ponstan (Mefenamic Acid) dan Voltaren (Diclofenac Sodium). Kalau betul-betul ingin menghilangkan rasa sakit, obatan opiod seperti morphine sepertinya sangat cocok. Namun demikian, melihat efek samping yang dihasilkan lebih membawa kepada keburukan daripada kebaikan. Obatan opiod tidak di “halal”kan penggunaannya secara umum. Jadi untuk meringankan rasa sakit musculoskeletal cukup dengan menggunakan obatan NSAIDS saja.

APA YANG HARUS DIMAKAN, BERAPA DOSISNYA DAN APA EFEK SAMPINGNYA?

Obat-obatan yang dapat diperoleh di apotek:

  • OPIOD
    • Tramadol – Tramal : 50 mg 8 jam sekali.
      Tergolong dalam kategori “opiod” lemah. Berbentuk kapsul berwarna hijau dan kuning. Disarankan jika sekiranya rasa sakit yang timbul tidak seberapa, jangan mengkonsumsi obat ini. Efek yang dihasilkan lebih terasa dibanding dengan apa yang anda cari. Side effect tramadol : pening, mual dan muntah.
  • NSAIDS
    • Mefenamic Acid – Ponstan : 500mg 8 jam sekali.
    • Ibuprofen – Brufen : 200 mg 4 – 8 jam sekali.
    • Naproxen Sodium – Synflex : 250 mg 12 jam sekali.
    • Diclofenac – Voltaren : 50 – 75mg 8 jam sekali.

    AWAS !! Obat ini termasuk obat keras. Konsumsi dengan bijak, karena:

    • Jika terjadi radang perut, anda akan mudah terserang maag.
    • Dapat menyebabkan kerusakan ginjal dalam pemakaian secara berkala. Jika sudah terlalu banyak mengkonsumsi obat jenis ini, dianjurkan cek darah untuk memeriksa fungsi ginjal. Sekiranya fungsi ginjal terganggu, berhentilah mengkonsumsi obat jenis ini sebelum terlambat.
    • Penggunaan jangka panjang dapat mengganggu kemampuan otot Anda untuk memperbaiki diri.
  • COX-2 INHIBITORS
    • Celecoxib – Celebrex : 100 – 200mg 12 – 24 jam sekali.
    • Eterocoxib – Arcoxia : 60 -120mg 24 jam sekali.

    Obat – Obat COX-2 merupakan obat penahan rasa sakit yang bertindak serupa dengan NSAID namun tidak menimbulkan efek samping seperti iritasi lambung. Efek tahan terhadap rasa sakit lebih terasa dibandingkan NSAID . Obat ini banyak digunakan dalam chronic pain management (nyeri kronis). Efek samping yang lainnya yaitu, harganya yang terbilang lebih mahal dibanding NSAID.

KESIMPULAN

Sakit itu sangat subjektif dan intrepretasinya luas. Ketahanan mental memainkan peran penting dalam menyeimbangkan dan mengontrol nyeri. Dalam kegiatan outdoor, kebugaran dan persiapan sebelum pendakian sangat penting karena akan mengkondisikan tubuh Anda untuk bertindak secara maksimum dalam kondisi stress yang terkendali. Penggunaan obat-obatan dapat membantu dalam mengelola rasa sakit sementara, namun harus digunakan dengan bijak berdasar dengan pengetahuan yang cukup.

src

One thought on “Rasa Sakit dan Penggunaan Pain Killer Dalam Kegiatan Alam Bebas

  1. Ping-balik: 7 Tips Menentukan Arah Mata Angin Tanpa Menggunakan Kompas | myBlog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s